Kalau kamu sudah memutuskan untuk membawa data ke Jepang dan yang tersisa tinggal memilih ukuran paket, panduan ini membahas itu: berapa GB yang kamu butuhkan untuk Jepang tanpa kelebihan atau kehabisan di stasiun Shinjuku jam sebelas malam. Aku peringatkan dari awal: Jepang adalah salah satu destinasi yang paling boros data, dan bukan karena video atau media sosial, melainkan dua hal spesifik yang kamu pakai terus-menerus: penerjemah kamera dan aplikasi transportasi.
Jawaban singkat: berapa GB untuk Jepang
Untuk 10 hari di Jepang, kebanyakan orang cukup dengan 10 GB: perjalanan normal dengan maps, pesan, penerjemah, dan beberapa foto menghabiskan 500-800 MB per hari, dan WiFi hotel mencakup malam hari. Jika kamu mengunggah video atau bekerja, naikkan ke 20 GB.
Itu angka yang tepat untuk sebagian besar kasus. Sekarang nuansanya, yang di Jepang lebih penting daripada di tempat lain.
Kalau perjalananmu klasik dua minggu Tokyo-Kyoto-Osaka dengan beberapa jalan-jalan, kisaran wajar adalah 10 hingga 20 GB. Dengan 15 GB untuk 14 hari kamu nyaman tanpa boros: memberi ruang untuk menggunakan penerjemah sebanyak yang kamu mau, cek rute kereta empat puluh kali sehari, dan unggah foto tanpa terus memantau penghitung.
Kalau kamu termasuk yang jarang pakai HP selain untuk orientasi dan kirim audio ke keluarga, 5 GB untuk 10 hari lebih dari cukup. Dan ya, aku bilang ini meskipun kami menjual paket lebih besar: tidak masuk akal beli 50 GB kalau hanya pakai 4.
Kesalahan tipikal bukan kehabisan, tapi tidak memahami pola konsumsi Jepang. Di sana kamu tidak menghabiskan data "sekaligus" menonton serial: kamu menghabiskannya tetesan terus-menerus, sepanjang hari, setiap kali mengarahkan kamera ke menu ramen atau mencari peron kereta jam 14:07. Konsumsinya rendah per kejadian, tapi dengan sangat banyak kejadian. Itu sebabnya banyak orang pulang dari Jepang menghabiskan dua kali lipat dari perkiraan, tanpa menonton satu video pun.
Kalau kamu masih memutuskan ukuran untuk beberapa destinasi, ada hub umum berapa data yang dibutuhkan untuk bepergian, tapi untuk Jepang baca terus, karena angkanya berbeda.
Mengapa Jepang Melonjakkan Konsumsi Dibanding Destinasi Lain
Kalau saya bandingkan traveler yang sama di Portugal dan Jepang, di Jepang ia menghabiskan jauh lebih banyak. Dan ini bukan kebetulan: ada alasan struktural.
- Hambatan bahasa sangat total. Tidak seperti di Italia, di mana kamu bisa mereka-reka menu. Di Jepang, di luar jalur wisata, menu, papan stasiun, label supermarket, instruksi mesin cuci hotel semuanya hanya dalam bahasa Jepang. Penerjemah kamera bukan lagi sekadar keinginan, melainkan alat yang kamu buka dua puluh atau tiga puluh kali sehari.
- Transportasi seperti labirin. Tokyo punya puluhan jalur dari beberapa perusahaan berbeda yang saling bersilangan di stasiun raksasa. Tidak cukup dengan "pergi ke sana": kamu butuh aplikasi yang memberitahu jalur, peron, jam tepat, dan kadang gerbong mana. Itu konsultasi terus-menerus.
- Jepang banyak difoto. Destinasi yang adiktif secara visual dan orang memotret serta merekam jauh lebih banyak daripada liburan pantai. Jika kamu mengunggah materi itu ke cloud atau media sosial saat bepergian, penggunaan datanya melonjak.
- Kamu menghabiskan banyak jam di kereta. Perjalanan dua hingga tiga jam di Shinkansen, ditambah perjalanan kota harian. Itu waktu luang di mana kamu main HP hampir tanpa sadar.
Sisi baiknya: jaringan seluler Jepang sangat baik di kota, dengan 4G dan 5G cepat dan stabil di hampir setiap sudut kota. Itu membantu segalanya berjalan lancar, tapi juga membuatmu tidak menahan diri: saat koneksi cepat, kamu konsumsi lebih banyak tanpa sadar. Jika ingin gambaran lengkap opsi koneksi di negara ini, ada di panduan saya tentang internet di Jepang.
Berapa Banyak Konsumsi Tiap Aktivitas, dalam Angka
Mari kita ke angka konkret. Ini adalah referensi yang saya gunakan untuk menghitung, dibulatkan dan dalam sisi hati-hati. Angka bervariasi tergantung kualitas, sinyal, dan pengaturan HP, tapi cukup untuk memberi gambaran besaran.
| Aktivitas | Perkiraan Konsumsi | Bobot dalam Perjalanan ke Jepang |
|---|---|---|
| Google Maps navigasi | 3-5 MB/jam | Tinggi karena frekuensi, rendah karena volume |
| Google Transit / aplikasi kereta (konsultasi) | 20-40 MB/hari dengan penggunaan intensif | Sangat tinggi |
| Penerjemah kamera langsung | 50-100 MB/jam penggunaan terus-menerus | Sangat tinggi |
| WhatsApp (teks dan audio) | 1-3 MB/jam | Rendah |
| Media sosial dengan video (Reels, TikTok) | 150-250 MB/jam | Tinggi jika kamu scroll di kereta |
| Unggah foto (sekitar 30, kualitas HP) | 100-150 MB | Tinggi |
| Unggah 1 menit video 1080p | 100-150 MB | Sangat tinggi jika kamu suka stories |
| Panggilan video | 300-700 MB/jam | Sedang |
| Streaming musik | 40-60 MB/jam | Sedang |
| Streaming video (HD) | 1,5-3 GB/jam | Hindari dengan data seluler |
Perhatikan kontrasnya: peta, yang ditakuti semua orang, hampir tidak menghabiskan data. Yang memakan paket adalah semua yang mengandung gambar atau video: kamera penerjemah, foto yang kamu unggah, dan scrolling video. Saya punya rincian lengkap per aplikasi di statistik penggunaan data seluler per aktivitas saya, jika kamu ingin menghitung lebih detail.
Penerjemah Kamera: Pengeluaran yang Tidak Dihitung Siapa Pun
Inilah titik di mana Jepang berbeda dari hampir semua destinasi lain. Mode kamera penerjemah, yang mana kamu mengarahkan ke papan dan melihat teks terjemahan di atasnya secara real-time, memproses gambar. Dan memproses gambar memakan data.
Bukan pengeluaran besar per menit, tapi di Jepang kamu membukanya sangat sering: menu izakaya, papan loket, panel mesin penjual tiket, label onigiri untuk melihat apakah isinya tuna atau telur ikan, pemberitahuan pintu kuil, menu restoran stasiun. Saya hitung 15-30 menit akumulasi per hari kamera pada traveler normal, dan itu 20-50 MB per hari hanya untuk menerjemahkan.
Ada trik yang menguranginya hampir ke nol dan itulah hal pertama yang saya katakan kepada siapa pun yang pergi ke Jepang:
Unduh paket bahasa Jepang di penerjemah sebelum berangkat dari rumah, dari wifi rumah. Ukurannya beberapa ratus MB di HP, tapi setelah itu terjemahan teks dan sebagian besar kamera berfungsi tanpa menghabiskan data. Itulah saran yang paling menghemat gigabyte sepanjang perjalanan.
Hati-hati dengan satu nuansa jujur: mode offline bekerja baik untuk papan dan teks sederhana, tapi terjemahan online tetap lebih akurat untuk tulisan tangan langka, menu tulisan tangan, atau kalimat panjang. Saya bawa paket unduhan dan menggunakannya secara default, dan hanya mengaktifkan koneksi saat hasil offline tidak dimengerti. Keseimbangan itu menghemat sebagian besar pengeluaran tanpa mengorbankan akurasi saat benar-benar membutuhkannya.
Jika kamu bepergian dengan seseorang yang juga terus-menerus menerjemahkan, lipat gandakan: dua HP mengarah ke menu yang sama menghabiskan dua kali lipat dari satu.
Maps, Google Transit dan Labirin Kereta Api
Sumber konsumsi data terbesar kedua di Jepang adalah transportasi, dan ini paradoksnya: setiap pencarian menghabiskan sangat sedikit data, tapi kamu melakukannya begitu sering hingga akhirnya menumpuk.
Di Tokyo, kamu tidak bergerak seperti di Roma. Kamu cek rute sebelum keluar hotel, cek lagi saat sampai di stasiun karena ada tiga jalur dengan nama yang sama, lihat lagi di peron untuk memastikan itu kereta cepat bukan kereta lokal, dan periksa ulang saat pindah jalur. Tambahkan pencarian jadwal Shinkansen, aplikasi seperti Japan Transit Planner, dan pencarian di menit-menit terakhir saat tersesat di dalam Stasiun Shinjuku yang punya lebih dari dua ratus pintu keluar.
Setiap pencarian hanya beberapa ratus KB, tapi empat puluh hingga lima puluh pencarian per hari ditambah pemuatan peta di sekitarnya dengan mudah mencapai 30-50 MB per hari. Ditambah lagi, di Jepang kamu pasti akan menggunakan ponsel untuk membayar atau mengecek kartu Suica atau Pasmo, dan untuk membeli tiket secara online.
| Tipe Hari | Aktivitas | Konsumsi Data Umum |
|---|---|---|
| Hari jalan kaki di kota (Tokyo, Osaka) | Maps, Transit, penerjemah, pesan | 250-450 MB |
| Hari perjalanan dengan Shinkansen | Semua di atas + berjam-jam di kereta dengan ponsel | 400-800 MB |
| Hari mengunjungi kuil dengan banyak foto | Penerjemah intensif + unggah foto | 500-900 MB |
| Hari di pedesaan (Alps Jepang, Koyasan, Shirakawa-go) | Sinyal lemah, lebih jarang digunakan | 150-300 MB |
| Hari kerja jarak jauh | Panggilan video, cloud, berbagi koneksi | 1,5-3 GB |
Satu hal yang menguntungkanmu: hari-hari di pedesaan menghabiskan lebih sedikit data, dan bukan hanya karena pemandangannya. Di daerah pegunungan, lembah pedalaman, dan beberapa ruas kereta lokal, sinyalnya lemah, dan ada ruas metro serta terowongan panjang yang benar-benar terputus. Semakin sedikit koneksi, semakin sedikit konsumsi data. Jika rutenya mencakup Alps Jepang, Koyasan, atau Semenanjung Kii, rata-rata harianmu akan sedikit lebih rendah.
Wi-Fi Jepang: Luar Biasa di Hotel dan Konbini, Tidak Menentu di Jalanan
Jepang punya banyak Wi-Fi publik, sungguh. Masalahnya bukan karena tidak ada: tapi untuk terhubung seringkali lebih merepotkan daripada yang kamu mau, dan tidak selalu tersedia di tempat yang kamu butuhkan.
Sebagian besar jaringan gratis mengharuskanmu melewati portal registrasi di browser, menyetujui persyaratan, memasukkan email, atau mengonfirmasi melalui SMS. Melakukannya sekali masih bisa diterima. Melakukannya setiap kali kamu masuk ke stasiun yang berbeda, tidak. Dan banyak sesi yang kedaluwarsa setelah 30 atau 60 menit, memaksamu mengulangi ritual yang sama. Itulah sebabnya banyak orang yang datang dengan berkata "saya akan pakai Wi-Fi gratis" akhirnya tetap menggunakan data seluler, hanya karena tidak mau repot dengan portal registrasi.
| Lokasi | Ada Wi-Fi Gratis? | Keandalan | Registrasi |
|---|---|---|---|
| Hotel di kota | Ya, hampir selalu | Sangat baik | Kode di kartu kunci |
| Ryokan di pedesaan atau pegunungan | Terkadang hanya di lobi | Rendah | Bervariasi atau tidak ada |
| Konbini (7-Eleven, FamilyMart, Lawson) | Ya di sebagian besar | Baik, sesi singkat | Email atau setujui persyaratan |
| Stasiun JR dan Shinkansen besar | Ya | Sedang | Portal di browser |
| Peron metro dan terowongan | Sebagian | Rendah | Portal |
| Kafe jaringan | Ya | Baik | Registrasi sekali |
| Izakaya, kuil, taman, desa | Hampir tidak pernah | — | — |
Cara saya memanfaatkannya: gunakan Wi-Fi hotel untuk hal-hal berat (backup, unggah video panjang, unduh episode untuk perjalanan kereta) dan Wi-Fi konbini sebagai jaringan darurat, karena di Jepang kamu bisa menemukannya di setiap tiga sudut jalan. Tapi jangan andalkan Wi-Fi jalanan untuk penggunaan sehari-hari. Atur paket datamu untuk Jepang dengan asumsi 90% penggunaan harian akan melalui jaringan seluler, dan Wi-Fi hanyalah bonus yang menyenangkan.
Foto, Video, dan Waktu Luang di Kereta
Di sinilah bagian yang paling bervariasi antara satu orang dengan lainnya, dan itulah mengapa perjalanan yang sama bisa menghabiskan 5 GB atau 25 GB.
Mengambil foto tidak menghabiskan data sama sekali. Yang menghabiskan data adalah mengunggahnya. Jika kamu mengaktifkan backup otomatis Google Fotos atau iCloud menggunakan data seluler, dan di Jepang kamu memotret 200 foto sehari karena semuanya fotogenik, kamu akan kehilangan 600 MB-1 GB per hari tanpa menyentuh ponsel secara sadar. Ini adalah kesalahan nomor satu yang saya lihat. Masuk ke pengaturan dan atur backup hanya "via Wi-Fi" sebelum berangkat dari rumah: hotel akan mengunggahnya setiap malam tanpa biaya.
Video bahkan lebih boros. Satu menit video 4K bisa mencapai 300-350 MB. Jika kamu suka merekam story di perempatan Shibuya dan langsung mengunggahnya, bersiaplah untuk menggandakan anggaran datamu.
Lalu ada waktu berjam-jam di kereta. Perjalanan Tokyo-Kyoto hampir dua setengah jam; ditambah dengan perjalanan metro dan kereta lokal, ada hari-hari dengan tiga atau empat jam duduk dengan ponsel di tangan. Di situlah orang tanpa sadar menggulir video, dan 250 MB per jam Reels bisa mengubah satu perjalanan menjadi setengah giga.
- Unduh musik, podcast, dan serial di Wi-Fi hotel malam sebelum perjalanan jauh.
- Nonaktifkan pemutaran video otomatis di media sosial dan WhatsApp.
- Jika kamu akan banyak merekam, turunkan kamera ke 1080p daripada 4K: ukurannya seperempatnya dan di ponsel kamu tidak akan melihat perbedaannya.
Catatan realistis: Shinkansen memiliki Wi-Fi sendiri di banyak jalur, tapi lambat dan mudah penuh. Berguna untuk pesan, bukan untuk menonton video. Untuk perjalanan jauh, andalkan konten yang sudah kamu unduh.
Berapa GB Berdasarkan Profil dan Lama Perjalananmu
Tabel di bawah ini jawabannya. Cari profilmu, cocokkan dengan jumlah hari, dan dapatkan nomornya. Di sini sudah termasuk "biaya tambahan Jepang" untuk translator dan transportasi, jadi angkanya sedikit lebih besar dibanding destinasi Eropa yang setara.
| Profil | Pemakaian harian | 5 hari | 10 hari | 15 hari | 30 hari |
|---|---|---|---|---|---|
| Turis peta dan WhatsApp | 250-400 MB | 3 GB | 5 GB | 8 GB | 15 GB |
| Turis foto dan media sosial | 600-900 MB | 5 GB | 10 GB | 15 GB | 30 GB |
| Nomaden digital / kerja jarak jauh | 1,5-2,5 GB | 10 GB | 20 GB | 30 GB | 50 GB atau tak terbatas |
| Keluarga berbagi (2 HP + tablet) | 1-1,5 GB | 8 GB | 15 GB | 20 GB | 40 GB |
Cara baca tabel tanpa salah:
- Turis peta dan WhatsApp: kamu pakai GPS, kirim voice note, cek email, foto tapi upload lewat Wi-Fi. Lebih banyak orang seperti ini dari yang kamu kira.
- Turis foto dan media sosial: setiap hari upload story, scroll di kereta, kirim video lewat WhatsApp. Ini profil mayoritas di Jepang.
- Nomaden digital: panggilan video, tethering ke laptop, file di cloud. Jangan pelit di sini.
- Keluarga berbagi: satu line dipakai untuk beberapa perangkat, plus video untuk menghibur anak-anak selama perjalanan.
Dan satu aturan yang selalu aku pakai: kalau ragu antara dua ukuran, ambil yang kecil. Isi ulang cuma butuh semenit; uang yang kamu buang untuk GB yang tidak terpakai tidak akan kembali.
Cara Mengetahui Pemakaian Aslimu Sebelum Berangkat
Semua di atas hanyalah rata-rata. Angka pastimu sudah ada di HP, gratis, dan tinggal dilihat. Ini saran paling berguna di seluruh artikel dan aku tidak mengada-ada: HP-mu sendiri yang bilang.
Di Android, masuk ke Pengaturan, cari "Jaringan seluler" atau "Koneksi", lalu "Pemakaian data". Kamu akan lihat pemakaian bulan ini dan, jika disentuh, rincian per aplikasi. Di iPhone, buka Pengaturan lalu "Data Seluler": di bawah ada total dan rincian per aplikasi, tapi penghitung itu terakumulasi sejak terakhir kali kamu reset, jadi periksa tanggalnya atau reset dulu dan tunggu seminggu.
Dengan data itu, perhitungannya mudah:
- Bagi pemakaian data seluler bulananmu dengan 30. Itu adalah rata-rata harianmu di rumah.
- Tambahkan 30-40% karena faktor Jepang: translator, transportasi, dan lebih banyak foto.
- Kurangi apa yang akan kamu lakukan lewat Wi-Fi hotel: biasanya malam hari, yang lumayan besar.
- Kalikan dengan jumlah hari perjalanan dan bulatkan ke paket yang langsung di atasnya.
Contoh nyata: jika di rumah kamu pakai 6 GB per bulan, itu 200 MB per hari. Dengan biaya tambahan Jepang, jadi sekitar 280 MB, dan untuk 12 hari hasilnya 3,4 GB. Dengan paket 5 GB kamu akan longgar. Tidak perlu 50 GB.
Peringatan penting: jika di rumah kamu punya paket dengan banyak GB dan pakai HP tanpa pikir panjang, rata-ratamu termasuk berjam-jam nonton video yang di Jepang tidak akan kamu ulangi karena kamu akan lebih banyak di luar. Kalau begitu, koreksi ke bawah, bukan ke atas.
Cara Menghemat Data di Jepang
Dengan penyesuaian ini, yang dilakukan sebelum naik pesawat, perjalanan ke Jepang bisa muat dengan nyaman di setengah data.
- Unduh paket bahasa Jepang dari translator. Aku ulangi dari bagian 4 karena ini yang paling menghemat di destinasi khusus ini.
- Unduh peta offline Tokyo, Kyoto, Osaka, dan area yang kamu kunjungi. Google Maps bisa menyimpan area utuh; navigasi jalan kaki berfungsi tanpa data, kamu hanya habiskan untuk lalu lintas langsung dan pencarian baru.
- Cadangan hanya lewat Wi-Fi. Google Foto, iCloud, OneDrive, dan WhatsApp. Ini pengaturan yang paling banyak menyelamatkan GB.
- Nonaktifkan putar otomatis video di Instagram, TikTok, X, dan unduh otomatis foto dan video di WhatsApp.
- Aktifkan Penghemat Data sistem dan mode konsumsi rendah di setiap aplikasi (Spotify, YouTube, Maps).
- Turunkan kualitas video ke 480p saat menonton dengan data, dan rekam di 1080p alih-alih 4K.
- Unduh malam sebelumnya apa yang akan kamu konsumsi di kereta: musik, podcast, episode, panduan tempat.
- Tutup aplikasi latar belakang yang memperbarui sendiri, dan nonaktifkan pembaruan otomatis dari toko aplikasi.
Dengan delapan hal ini kamu bisa beralih dari memakai 800 MB per hari menjadi 350-450 MB tanpa mengorbankan apa pun yang penting bagimu. Aku punya daftar panjang, dengan tangkapan layar dan pengaturan spesifik per sistem, di panduanku tentang tips menghemat data saat perjalanan.
Apa yang terjadi jika kamu kehabisan data
Sebenarnya tidak masalah besar, dan itu sebabnya saya bersikeras untuk tidak membeli paket yang berlebihan. Jika data habis di tengah perjalanan, internet berhenti berfungsi sampai kamu mengisi ulang. Tidak ada tagihan kejutan atau biaya kelebihan: hanya berhenti. Isi ulang bisa dilakukan dari ponsel dalam beberapa menit, dan di situlah WiFi hotel atau konbini sangat membantu untuk menyelesaikan operasi.
Bandingkan dua skenario berikut:
- Kehabisan data: kamu kehilangan lima menit untuk membeli isi ulang dan melanjutkan. Biaya sebenarnya: harga dari apa yang benar-benar kamu konsumsi.
- Kelebihan data: kamu telah membayar untuk gigabyte yang kedaluwarsa tanpa terpakai saat paket berakhir. Biaya sebenarnya: uang terbuang.
Itulah mengapa rekomendasi saya adalah selalu mulai dengan ukuran yang keluar dari tabel, pantau konsumsi dua atau tiga hari pertama di pengaturan ponsel, dan sesuaikan. Hari-hari pertama adalah yang paling informatif: di situ kamu bisa melihat apakah kamu tipe yang menerjemahkan semuanya atau yang langsung menunjuk dengan jari.
Catatan praktis: selalu periksa masa berlaku paket selain jumlah gigabyte. 20 GB tidak berguna jika kedaluwarsa dalam 7 hari sementara perjalananmu 15 hari. Dan pastikan paket mencakup seluruh rencana perjalananmu jika kamu transit atau memperluas ke Korea Selatan.
Jika ini pertama kalinya kamu menggunakan jenis koneksi ini dan bertanya-tanya bagaimana cara kerjanya, saya jelaskan tanpa istilah teknis di apa itu eSIM. Diaktifkan sebelum berangkat dari rumah dan kamu mendarat dengan data berfungsi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa GB yang saya butuhkan untuk 10 hari di Jepang?
Antara 5 dan 10 GB mencakup sebagian besar orang. Dengan 5 GB kamu baik-baik saja jika menggunakan peta, pesan, dan mengunggah foto melalui WiFi; dengan 10 GB kamu nyaman jika memposting di media sosial setiap hari dan menggunakan penerjemah tanpa ragu. Hanya perlu lebih dari itu jika kamu bekerja atau berbagi koneksi.
Benarkah di Jepang data lebih boros daripada di Eropa?
Ya, dan cukup banyak: perkirakan 30-40% lebih banyak daripada di destinasi Eropa yang setara. Alasannya bukan video, melainkan penerjemah kamera dan pengecekan kereta serta transfer yang konstan. Ini adalah konsumsi menetes, berkali-kali sehari, yang tidak dimasukkan orang dalam perhitungan mereka.
Bisakah saya hanya mengandalkan WiFi gratis di Jepang?
Saya tidak merekomendasikannya sebagai rencana utama. Ada banyak WiFi gratis di hotel, konbini, kafe, dan stasiun besar, tetapi hampir semuanya memerlukan registrasi melalui browser dan banyak sesi kedaluwarsa dalam 30-60 menit. Di jalan, di kuil, di desa, dan di daerah pedesaan tidak ada apa-apa, dan justru di situlah kamu paling membutuhkannya.
Apakah Google Translate berfungsi tanpa data di Jepang?
Ya, jika kamu mengunduh paket bahasa Jepang sebelum bepergian. Dengan bahasa yang diunduh, kamu bisa menerjemahkan teks dan sebagian besar kamera tanpa koneksi. Kurang akurat dengan tulisan tangan yang aneh atau menu tulisan tangan, tetapi untuk poster, label, dan menu cetak, itu berfungsi dan menghemat puluhan MB per hari.
Apakah ada sinyal di Shinkansen dan kereta bawah tanah?
Secara umum ya, dengan gangguan sesekali. Jaringan Jepang sangat baik di kota dan berfungsi di sebagian besar rute Shinkansen, meskipun ada terowongan panjang di mana sinyal hilang. Di beberapa jalur kereta bawah tanah, sinyal tidak stabil di antara stasiun, dan di daerah pegunungan atau lembah pedalaman bisa hilang sama sekali.
Apa yang terjadi jika saya kehabisan data di tengah perjalanan?
Koneksi terputus dan selesai: tidak ada biaya kelebihan. Kamu isi ulang dari ponsel dalam beberapa menit memanfaatkan WiFi hotel atau konbini mana pun dan melanjutkan. Itulah mengapa saya selalu lebih suka kehabisan dan isi ulang daripada membeli terlalu banyak dan menyia-nyiakan gigabyte.
Apakah saya perlu data tak terbatas untuk Jepang?
Hampir tidak ada yang membutuhkannya. Hanya masuk akal jika kamu bekerja jarak jauh dengan panggilan video harian, berbagi koneksi dengan laptop selama beberapa jam, atau beberapa orang bepergian menggunakan satu jalur selama berminggu-minggu. Untuk perjalanan wisata dua minggu, 10-15 GB sudah lebih dari cukup dan jauh lebih murah.
Apakah berbagi koneksi dengan ponsel lain menghabiskan dua kali lipat?
Menghabiskan apa yang dikonsumsi perangkat lain, jadi praktis hampir dua kali lipat. Berbagi data dengan pasangan berfungsi baik di Jepang karena sinyal cepat, tetapi menambah konsumsi keduanya dan perlu diingat bahwa ponsel yang berbagi akan kehabisan baterai jauh lebih cepat. Bawa power bank.
Kesimpulan
Jika kamu ingin satu angka dan berhenti memikirkannya: 10 GB untuk 10 hari dan 15 GB untuk dua minggu adalah titik manis bagi wisatawan rata-rata di Jepang. Jika kamu termasuk yang jarang melihat ponsel, dengan 5 GB untuk sepuluh hari kamu sudah lebih dari cukup dan kamu akan berterima kasih di rekening. Dan jika kamu bekerja atau berbagi koneksi, ambil 20 GB atau lebih dan hilangkan masalah.
Yang penting bukan ukurannya: adalah melakukan persiapan sebelum berangkat. Unduh bahasa Jepang di penerjemah, simpan peta offline, atur cadangan hanya melalui WiFi, dan kamu akan memotong setengah konsumsi perjalanan tanpa mengorbankan apa pun.
Setelah kamu yakin, pilih paketmu di sini: eSIM untuk Jepang. Diaktifkan sebelum berangkat dari rumah, kamu mendarat di Narita atau Haneda dengan internet berfungsi dan bisa mulai menerjemahkan menu dari kereta pertama. Selamat jalan.








