Singkatnya: pasar eSIM perjalanan diperkirakan akan tumbuh dari sekitar 1.800 juta dolar AS pada tahun 2025 menjadi lebih dari 8.700 juta dolar pada tahun 2030, menurut Juniper Research. Roaming di dalam Uni Eropa saat ini hampir gratis berkat RLAH (harga 98,1% lebih rendah sejak 2017, menurut CNMC), tetapi di luar UE harga per GB berkisar antara 0,02 dolar hingga 43,75 dolar tergantung negaranya (Cable.co.uk, 2026), yang menjelaskan mengapa semakin banyak pelancong lebih memilih membayar harga tetap dengan eSIM.
Pasar yang meningkat empat kali lipat dalam lima tahun
Tidak perlu berlebihan untuk menjelaskan mengapa eSIM perjalanan sedang ramai dibicarakan: angka-angka dari industri itu sendiri sudah cukup. Menurut Juniper Research, pasar eSIM untuk pelancong bernilai sekitar 1.800 juta dolar AS pada tahun 2025 dan diperkirakan akan melampaui 8.700 juta dolar AS pada tahun 2030. Itu berarti ukuran bisnis ini hampir lima kali lipat dalam lima tahun, dan perusahaan konsultan tersebut mencatat bahwa pertumbuhan ini sebagian besar terjadi dengan mengorbankan roaming tradisional: setiap pengguna eSIM baru seringkali adalah seseorang yang sebelumnya mengaktifkan roaming dari operator biasanya atau membeli SIM fisik di bandara tujuan.
Ini tidak terjadi karena eSIM adalah tren sesaat. Ini terjadi karena eSIM memecahkan masalah yang sangat spesifik yang sudah lama dihadapi roaming tradisional: aturan kecil dari tarif di luar zona jangkauan biasanya. Jika kamu ingin memahami dulu apa sebenarnya itineransi data dan mengapa ada biaya tambahan itu, itu adalah titik awal yang baik sebelum membaca lebih lanjut.
Di dalam UE, roaming bukan lagi masalah
Harus diakui bahwa roaming di dalam Uni Eropa sudah berfungsi dengan cukup baik selama bertahun-tahun. Regulasi Roaming (dikenal sebagai RLAH, "Roam Like At Home", berlaku sejak 2017) mewajibkan operator di 27 negara UE untuk berhenti mengenakan biaya tambahan untuk menggunakan data, panggilan, dan SMS saat bepergian dari satu negara anggota ke negara lainnya. Menurut data CNMC, hasilnya sangat signifikan: harga data roaming telah turun 98,1% sejak peraturan itu diberlakukan.
Dengan kata lain: jika kamu bepergian dari Spanyol ke Prancis, Italia, atau Jerman dengan jalur biasanya, hari ini kamu membayar hampir sama dengan yang kamu bayar di rumah. Ini adalah salah satu regulasi yang, seiring waktu, benar-benar berfungsi. Jika kamu ingin mendalami perbandingan ini dengan opsi eSIM bahkan di dalam UE (misalnya, untuk membebaskan data dari jalur utama atau memiliki jalur kerja kedua), kami membahasnya lebih detail dalam perbandingan eSIM vs. roaming kami.
Masalahnya —dan ini masalah besar— muncul begitu kamu keluar dari batas-batas tersebut. Di luar UE, aturan RLAH tidak berlaku, dan di situlah roaming tradisional kembali menjadi sakit kepala seperti biasa.
Di Luar UE: Lotere Harga per Gigabyte
Inilah data yang paling tepat menggambarkan kenapa banyak pelancong sudah tidak percaya lagi pada roaming begitu mereka keluar dari Eropa. Menurut studi Cable.co.uk tahun 2026, harga rata-rata satu gigabyte data bervariasi dari 0,02 dolar hingga 43,75 dolar tergantung negaranya. Rentangnya sangat besar: kita bicara soal perbedaan lebih dari dua ribu kali lipat antara negara termurah dan termahal.
Variabilitas seperti ini, pada praktiknya, mustahil dikelola jika kamu mengandalkan roaming dari operatormu. Kamu tidak tahu sebelumnya berapa biaya per gigabyte di destinasi spesifikmu, dan banyak operator menerapkan tarif roaming tetap di luar UE yang—tentu saja—dihitung berdasarkan skenario termahal bagi mereka, bukan yang termurah bagimu. Hasilnya? Tagihan ponsel dengan biaya tambahan yang baru ketahuan setelah pulang dari perjalanan, saat sudah tidak ada yang bisa dilakukan.
Sebaliknya, eSIM perjalanan bekerja dengan harga tetap: kamu tahu persis berapa GB yang kamu beli dan berapa biayanya sebelum berangkat dari rumah, tanpa harus bergantung pada operator lokal mana yang memiliki kontrak roaming dengan operatormu atau di kisaran harga berapa negara yang kamu kunjungi. Misalnya, jika kamu pergi ke Amerika Serikat, salah satu destinasi di mana roaming biasanya paling mahal untuk pelanggan Eropa, kamu bisa langsung meninjau paket eSIM untuk Amerika Serikat dan membandingkan total biaya dengan tarif yang dikenakan operator regulermu.
| Data | Angka | Sumber / Tahun |
|---|---|---|
| Ukuran pasar eSIM perjalanan (2025) | ~1.800 miliar dolar | Juniper Research |
| Ukuran pasar eSIM perjalanan (proyeksi 2030) | lebih dari 8.700 miliar dolar | Juniper Research |
| Penurunan harga data roaming UE sejak RLAH | -98,1% | CNMC (RLAH berlaku sejak 2017) |
| Rentang harga per GB menurut negara (di luar perjanjian seperti RLAH) | dari 0,02 $ hingga 43,75 $ | Cable.co.uk, 2026 |
Kenapa eSIM Makin Diminati Dibanding Roaming, dalam Praktik
Kalau tiga data di atas digabung, ceritanya hampir bisa ditebak sendiri. Di dalam UE, roaming sudah bukan masalah berkat regulasi, jadi di sana eSIM bersaing lebih karena kenyamanan: punya jalur kedua, tidak tergantung operator kamu punya sinyal bagus di negara tertentu, atau sekadar tiba dengan data sudah aktif begitu turun dari pesawat. Di luar UE, sebaliknya, eSIM tidak cuma bersaing karena kenyamanan, tapi juga karena kepastian: di tengah rentang harga dari recehan sampai lebih dari 40 dolar per gigabyte, punya harga tetap yang sudah diketahui sebelumnya bukan lagi sekadar keinginan — itu sudah akal sehat.
Ditambah lagi perubahan kebiasaan yang tidak perlu diangkakan untuk disadari: makin sedikit wisatawan yang rela menghabiskan waktu liburan mencari kios yang jual SIM fisik begitu sampai, antre, isi formulir pakai paspor, atau nunggu HP mengenali kartu baru. Mengaktifkan eSIM sebelum berangkat — atau bahkan di bandara asal — menghilangkan semua kerumitan itu, dan ini salah satu alasan kualitatif (selain harga) kenapa pasar tumbuh secepat yang digambarkan Juniper Research.
Penting juga dibedakan dua perbandingan yang kadang tercampur: satu hal "eSIM vs. roaming operator biasa" dan hal lain "eSIM vs. SIM fisik prabayar yang dibeli di tujuan". Kalau kamu tertarik dengan perbandingan kedua, kami bahas detail di chip internasional vs. eSIM.
Apa Artinya Ini Buat Kamu sebagai Pelancong
Semua perkembangan pasar ini berujung pada keputusan praktis sebelum tiap perjalanan. Beberapa ide konkret:
- Kalau kamu di dalam UE: roaming dari jalur utama mungkin sudah gratis berkat RLAH. eSIM di sini lebih soal kenyamanan (jalur ganda, sinyal alternatif) daripada kebutuhan ekonomi.
- Kalau kamu ke luar UE: cek dulu tarif roaming operator kamu di negara tujuan. Karena harga per GB bisa beda jauh antarnegara menurut Cable.co.uk, harga murah di perjalanan sebelumnya belum tentu sama di perjalanan berikutnya.
- Bandingkan harga tetap sebelum berangkat: dengan eSIM, kamu tahu total biaya data perjalanan sebelum naik pesawat, tanpa kejutan di tagihan pas pulang.
- Siapkan rencana cadangan: bawa eSIM yang sudah terinstal (tapi belum diaktifkan) sebelum berangkat, biar bisa langsung aktifkan begitu mendarat, tanpa perlu cari Wi-Fi atau toko fisik di tujuan. Kami jelaskan prosesnya langkah demi langkah di cara menginstal eSIM.
- Kalau kamu jalan ke beberapa negara Eropa dalam satu perjalanan, cek apa lebih cocok pakai satu paket untuk seluruh area: dengan eSIM untuk Eropa kamu dapat sinyal di seluruh benua dengan satu paket, tanpa harus aktivasi jalur beda tiap kali ganti negara. PuraSIM total mencakup lebih dari 200 tujuan di seluruh dunia yang tersebar di berbagai paket mereka.
Kalau kamu juga mau hemat pemakaian data selama perjalanan — karena paket yang dibeli terbatas atau biar aman — kami punya panduan praktis tips hemat data dengan eSIM saat jalan-jalan yang bisa berguna, ke mana pun tujuanmu.
Lalu, bagaimana dengan pelancong dari Indonesia?
Pertanyaan ini bukan sekadar teori: penting tahu bagaimana semua ini berlaku buat kamu yang bepergian dari Indonesia. Kami sudah siapkan analisis khusus, dengan data sendiri soal kebiasaan roaming di luar negeri, yang bisa kamu lihat di statistik roaming pelancong dari Indonesia di luar negeri (2026). Di sana kamu lihat bagaimana angka global Juniper Research dan Cable.co.uk ini cocok dengan apa yang benar-benar terjadi saat pelancong dari Indonesia pergi liburan atau dinas.
Dan kalau kamu masih belum paham secara teknis apa itu eSIM, bedanya dengan SIM fisik yang sudah kamu pakai selama ini, atau HP-mu kompatibel atau tidak, sebaiknya urus dulu pertanyaan-pertanyaan itu sebelum mulai banding-banding harga antaroperator.
Kesimpulan
Pergeseran ke arah eSIM di tahun 2026 bukanlah tren tanpa dasar: didukung oleh angka-angka yang sangat konkret dari sumber independen. Juniper Research memperkirakan pasar eSIM perjalanan akan meningkat hampir lima kali lipat pada tahun 2030, sebagian besar mengorbankan roaming tradisional. CNMC mengonfirmasi bahwa di dalam UE, roaming sudah berfungsi dengan baik berkat RLAH, dengan penurunan harga sebesar 98,1% sejak 2017. Dan Cable.co.uk, melalui studi tahun 2026 mereka, menunjukkan bahwa di luar gelembung regulasi tersebut, harga per GB masih seperti lotere, dengan perbedaan ribuan kali lipat antara negara termurah dan termahal. Dalam konteks itu, eSIM tidak menang karena mode: eSIM menang karena memecahkan masalah yang belum bisa dipecahkan oleh roaming tradisional di luar Eropa. Jika kamu punya pertanyaan tentang paket mana yang cocok untuk perjalananmu selanjutnya, tim PuraSIM siap membantu melalui email dan WhatsApp 24 jam sehari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa pasar eSIM perjalanan tumbuh pesat padahal roaming di UE sudah murah?
Karena pertumbuhan yang diukur Juniper Research bersifat global, bukan hanya Eropa. Di luar UE, roaming masih mahal dan tidak bisa diprediksi (Cable.co.uk mencatat perbedaan hingga $0,02 sampai $43,75 per GB tergantung negaranya), dan di situlah eSIM memberikan nilai lebih dibandingkan roaming tradisional.
Apakah masih masuk akal menggunakan roaming dari operatorku saat bepergian di dalam UE?
Dalam banyak kasus, iya, tepatnya karena RLAH telah menurunkan harga data roaming sebesar 98,1% sejak 2017, menurut CNMC. Di sini, eSIM lebih bersaing dari segi kenyamanan (nomor kedua, jangkauan alternatif) daripada penghematan langsung.
Kenapa harga roaming sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain di luar UE?
Karena tidak ada regulasi setara RLAH di luar Uni Eropa: setiap operator menegosiasikan perjanjian roaming yang berbeda dengan operator lokal di setiap negara, dan perjanjian itu tercermin dalam harga akhir. Itulah sebabnya Cable.co.uk mencatat rentang harga per GB yang begitu lebar pada tahun 2026 tergantung tujuannya.
Apakah eSIM dari PuraSIM bisa digunakan untuk beberapa negara dalam satu perjalanan?
Tergantung paketnya. PuraSIM menawarkan paket satu negara maupun paket regional yang mencakup beberapa tujuan dengan eSIM yang sama, dengan jangkauan tersedia di lebih dari 200 tujuan secara total. Periksa spesifikasi paket yang kamu pilih sebelum membeli untuk memastikan negara mana saja yang termasuk.
Bagaimana cara tahu biaya roaming sebelum bepergian?
Cek tarif roaming dari operatormu untuk negara tujuan yang tepat, karena bisa sangat bervariasi antar destinasi. Jika kamu lebih suka tidak bergantung pada tarif itu dan ingin tahu biaya pastinya di muka, eSIM dengan harga tetap bisa menghilangkan ketidakpastian itu.
Apa perbedaan antara membeli SIM fisik di tujuan dan menggunakan eSIM?
SIM fisik mengharuskanmu mencari tempat penjualan saat tiba, mengganti kartu secara fisik, dan di banyak negara, mendaftar dengan paspor. eSIM diaktifkan secara digital, bisa dipasang sebelum berangkat dari rumah, dan tidak memakan slot SIM utama. Kami membandingkannya lebih detail di panduan chip internasional vs eSIM kami.
Apakah aku perlu berlangganan data tak terbatas agar tidak kehilangan koneksi selama perjalanan?
Tidak selalu. Banyak pelancong menghabiskan lebih sedikit data dari yang mereka kira jika menggunakan Wi-Fi di akomodasi dan menyimpan data seluler untuk bepergian dan situasi tertentu. Sebelum membayar lebih untuk paket yang lebih besar, cek dulu tips kami untuk menghemat data dengan eSIM saat bepergian.







